Awal maret 2012 kemarin social stury club mengunjungi YOAM. Nah
buat yang masi bingung yoam itu apa, ini kan dijelaskan =>
YOAM adalah ssingkatan dari “yayasan Onkologi anak Medan”,
yoam ini adalah susatu yayasan yang menampung anak-anak yang mengidap penyakit
kanker darah seperti thalassemia dan hemofilia. Yayasan onkologi anak medan ini
menyediakan fasilitas tempat tinggal sementara yang dapat dipergunakan oleh
pasien serta keluarganya. Nah disini para pasien dilengkapi tempat belajar
maupun tempat bermain bagi anak penderita kanker. Yoam juga menyediakan sarana
akomodasi di rumah bersama bagi anak penderita kanker dari keluarga
prasejahtera beserta seorang pendamping selama pengobatan.
Nah sekian pengenalan mengenai yoam nya ya, kalau mau tau
yang lebih jelas tinggal liat di om google aja ;;)
Berikut kisah anak-anak Studi Sosial Club (S2C) SMA N 1
Medan yang menggalang dana untuk anak-anak pengidap kanker di YOAM Medan.
BERMULA dari mengunjungi YOAM, yakni salah satu lembaga
yang mengurusi anak-anak yang mengidap kanker di Medan, dan bertemu dengan Pak
Heru, salah seorang pengurusnya, tkami pun mulai sadar betapa pentingnya
menolong sesama. Apalagi setelah pak heru menceritakan kegiatan-kegiatan YOAM serta
apa kendalanya, kami makin tertantang untuk ikut ambil bagian
Saat pulang dari mengunjungi YOAM, kami langsung memiliki
rencana untuk penggalangan dana untuk membantu YOAM. Langkah awal yang
dilakukan oleh S2C adalah melakukan publikasi ke kelas-kelas yang menjelaskan
YOAM, serta niat kami untuk membantu mereka. Publikasi ini dimaksudkan agar
adik-adik, teman-teman maupun kakak-kakak yang ingin ikut membantu, dapat
menyalurkan bantuannya kepada S2C. Bantuan itu berupa buku, pakaian, mainan dan
dana seikhlasnya.
Setelah publikasi, tim anak kelas XI lebih dulu mengambil
langkah pertama dengan berjualan 20 gantungan mobil dan 20 gantungan tas.
Gantungan kunci dan tas itu dijual di sekitar daerah sekolah. "Yang
mengejutkan semua dagangan kami laku dalam 1 hari bahkan ada juga yang memesan
dagangan kami. Jadi selama 3 hari berturut-turut kami berjualan gantungan mobil
dan gantungan tas dan semua yang kami jual selama 3 hari itu terjual habis
semuanya. Ternyata kami mendapatkan kabar gembira lainnya. Teman dari
ayah teman kami ingin ikut membantu panitia kami dengan menyumbangkan dana.
Otomatis panitia semakin bertambah semangat dalam mencari dana
Karena gantungan mobil dan gantungan tas kami sudah habis
terjual semua, kami bingung mau berjualan apalagi. Sampai salah satu kakak senior S2C Winda (angkatan 5) memberikan ide untuk berjualan gelang dari benang sulam. Syukurlah kakak S2C yang bernama Indri tahu cara membuat gelang yang lebih baik dikarenakan dia
dulu pernah berjualan gelang di sekolahnya ketika kelas 2 SMP. Saat kami tanya
dia tahu darimana, dia hanya jawab belajar dari internet
Kemudian dimulailah aksi pembuatan gelang kami yang kami
beri nama gelang semangat S2C ini. kami mebuat gelang dima saja, tapi setelah jam pulang sekolah bisa dilihat anak s2c pada nongkrong di koridor depan mading S2C sambil buat gelang, jelas aja itu memblok jalan para guru serta temen-temen SMA NEGERI 1 lainnya, tapi yah tetep aja mereka juga pada ngerti, alhasil S2C dikenal dengan "para pengrajin gelang, bukannya malu kami mah bangga dengan sebutan itu.
Iseng-iseng kak Devi memoto hasil gelang yang
mereka dan dipost-kan ke twitter dan instagram. Entah siapa yang memulai
duluan, foto gelang itu dijadikan dp bbm. Terkejutlah kami ketika tahu bahwa
orderan gelang kami mencapai 300 biji. anak S2C tentu saja kaget
mendengar orderan sebanyak itu. Takut karena orderan sebanyak itu tidak dapat
selesai tepat waktu. Sampai akhirnya rencana orderan akan ditutup jam 12 malam
dipercepat menjadi jam 10 malam karena jumlah orderan yang membludak itu.
Tak mau kalah, tim anak kelas X mulai mengambil langkah.
Mereka juga ternyata membuka orderan gelang dan mereka mengikuti jejak kami
kakak-kakaknya menjadi perajin gelang. Tak hanya itu, mba fira (angkatan 6) memutuskan untuk berjualan taiso. Apa itu taiso? Taiso adalah
kepanjangan dari Tahu Isi Bakso. Dan ternyata Taiso tersebut sangat laris
dijual di sekolah. Setiap harinya, taiso yang dia jual di sekolah selalu habis.
Akhir dari penggalangan dana S2C kami berjualan makanan dan minuman pada tanggal 3 dan 4 Maret. Makanan yang kami jual itu ada berbagai macam. Puding dengan fla, taiso, mie, pisang coklat keju dan jelly. Sedangkan minuman yang kami jual adalah squash dan jus. Kami berjualan di Setia Budi, USU dan Pajus Jamin Ginting. Tanggal 3 Maret kami berjualan di Setia Budi dan entah kenapa tiba-tiba hujan deras. Keesokan harinya, dengan semangat yang berkobar, kami mulai berjualan di daerah Pajus dan USU. Tak lama setelah itu, hujan besar turun dan menyebabkan kami tak dapat berjualan. Kami menelpon teman satu per satu dan bertanya apakah ada yang mau membeli jualan kami. Jika mereka mau, kami akan mengantarnya ke rumah mereka. Secara tidak langsung kami membuka sistem delivery. Menjelang malam, akhirnya ada kakak kelas kami yang mau membantu kami. Dia membeli setengah dari jualan kami dan dia berpesan agar apa yang seharusnya jadi milik dia untuk dibagiin ke anak-anak jalanan saja.
Setelah jualan selesai, kami pun rapat membahas jumlah dana yang sudah kami hasilkan dan apa-apa saja yang mau kami sumbangkan. Syukurlah dari dana tersebut, kami mampu menyumbang 3 kursi roda, 5 tongkat dan mainan untuk adik-adik di sana. Ternyata sudah terkumpul juga beberapa buku, mainan dan pakaian.
Akhir dari penggalangan dana S2C kami berjualan makanan dan minuman pada tanggal 3 dan 4 Maret. Makanan yang kami jual itu ada berbagai macam. Puding dengan fla, taiso, mie, pisang coklat keju dan jelly. Sedangkan minuman yang kami jual adalah squash dan jus. Kami berjualan di Setia Budi, USU dan Pajus Jamin Ginting. Tanggal 3 Maret kami berjualan di Setia Budi dan entah kenapa tiba-tiba hujan deras. Keesokan harinya, dengan semangat yang berkobar, kami mulai berjualan di daerah Pajus dan USU. Tak lama setelah itu, hujan besar turun dan menyebabkan kami tak dapat berjualan. Kami menelpon teman satu per satu dan bertanya apakah ada yang mau membeli jualan kami. Jika mereka mau, kami akan mengantarnya ke rumah mereka. Secara tidak langsung kami membuka sistem delivery. Menjelang malam, akhirnya ada kakak kelas kami yang mau membantu kami. Dia membeli setengah dari jualan kami dan dia berpesan agar apa yang seharusnya jadi milik dia untuk dibagiin ke anak-anak jalanan saja.
Setelah jualan selesai, kami pun rapat membahas jumlah dana yang sudah kami hasilkan dan apa-apa saja yang mau kami sumbangkan. Syukurlah dari dana tersebut, kami mampu menyumbang 3 kursi roda, 5 tongkat dan mainan untuk adik-adik di sana. Ternyata sudah terkumpul juga beberapa buku, mainan dan pakaian.
Sungguh puas kami melihat hasil yang kami raih. Sungguh hebat
adik-adik kami yang sedang sakit, karena mereka kami semua bersemangat untuk
mencari dana. Ketika hari kunjungan kami tiba, senyum dan tawa mereka semua
benar-benar membuat kami puas, bahagia dan rasa lelah kami terbayar lunas
dengan senyum dan tawa mereka.
nah itulah cerita perjuangan anak S2C ngumpulin dana buat anak-anak di yoam, cerita tentang kita di yoamnya liat di next post aja yah:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar