Senin, 12 Desember 2011

Tempat Pembuangan Akhir - Sept 24


Hello teman teman sebangsa dan setanah air. Sebelumnya S2C mohon maaf karena sudah lama tidak posting.


Yah S2C disini ingin memposting beberapa hal tentang kegiatan diluar sekolah yang diadakan akhir september lalu. Tepatnya tanggal 24 september 2011, beberapa anggota S2C pergi ke TPA (a.ka.a Tempat pembuangan Akhir) di daerah marelan, medan.

Tujuan kunjungan S2C ke TPA ini tidak lain dan tidak bukan adalah ingin mengetahui seberapa banyak limbah sampah yang dihasilkan oleh manusia yang tinggal di daerah medan dan sekitarnya. Dan hasilnya mengagetkan, sangat sangat mengagetkan. Ternyata sampahnya mengunung teman – teman. mau bukti ? nih...

sangat menggunung

untuk meyakinkan, itu sampah loh! asli!
Mereka yang bekerja sebagai pengumpul limbah - limbah hasil rumah tangga yang kita gunakan setiapa hari ini sering dijauhi, dianggap minoritas, bahkan sebagian orang menganggap mereka sebagai  ‘sampah masyarakat’. padahal mereka yang membersihkan limbah rumah tangga kita. Nah coba bayangkan apa yang terjadi bila mereka tidak ada? Siapa yang akan mengurus limbah –limbah kita.

Menyangkut tentang masalah ‘sampah masyarakat’ , sekarang siapa yang cocok dibilang sampah masyarakat? Siapa? Bukan, bukan mereka pemulung atau tukang sampah, yang sering mendapat lirikan mata jijik dari kita, bukan mereka yang patut di cap dengan sampah masyarakat. Jadi siapa dong? Yap! Sampah masyarakat adalah tikus tikus besar wakil dari rakyat yang mengurusi pemerintahan. Kenapa? Karena mereka telah memakan uang yang bukan milik mereka, uang yang seharusnya masih bisa digunakan untuk kepentingan rakyat. Jadi apabila ada pemulung ataupun tukang sampah, jangan memberikan pandangan sinis atau apapun itu, karena mereka telah membantu untuk membersihkan lingkugan kita. (loh kok jadi sampai sini?)

Oke kembali ke tempat pembuangan akhir tadi, beberapa anggota S2C berangkat menuju marelan menaiki  mobil sekitar jam setengah 4 dan kita sampai ditempat tujuan jam 4.15 wib. Memasuki perkampungan tersebut kita hanya bisa berkata WOW! Yah sangat sangat WOW! WOW banget bau nya! Bau nya sangat menyegat teman teman. Boleh dibandingkan dengan bangkai tikus? lebih bauk tempat ini! atau dengan piring kotor yang berhari hari belum dicuci? Lebih bauk tempat ini! Atau dengan nasi basi? Yah jelas lebih bau tempat ini. MENGAPA? Karena ditempah inilah kumpulan dari segala jenis sampah sampah yang disebutkan tadi, bisa dibayangkan bagaimana baunya yah. 

Karena ini kunjugan pertama kami, jadi kami tidak tau akan sebau ini, dan kami juga tidak membawa masker. Yah mungkin bagi beberapa orang yang beruntung bisa memakai sapu tangan.

Walaupun kami membawa masker atau memiliki sapu tangan, kami tidak akan menggunakannya. Kenapa? karena kami menghormati penduduk TPA tersebut. Hem.... mereka masih bisa kerja di tempat yang sebau ini. Ya tuhan.... it’s just like WOW. Sangggup.. sungguh sungguh sanggup...

Bayangkan teman, tempat sebau ini adalah tempat mereka mengais rejeki untuk makan dan menyekolah kan anak-anak mereka. Sangat menyedihkan..

Setelah pijakan kaki pertama kami disana, kami melihat gunungan gunungan sampah yang sangat tinggi. Yep bisa dibilang perbukitan sampah. Disana kami melihat orang orang yang bekerja mengais ngais sampah untuk makan, disan juga banyak kambing – kambing berkeliaran, banyak juga anak kecil telanjang yang berkeliaran tanpa menggunakan alas kaki satu pun, disan abanyak terdapat truk truk kuning besar pengangkut sampah, dan yang paling tidak disangka, disana ada penjual bakso bakar. Ditempat seperti itu masih ada penjual bakso bakar, sanggup yah.... itu namanya pengorbanan mencari duit teman, asalkan halal, itu tidak salah kok J

ini salah satu kambing yg berkeliaran disana



ini banyak kambing yang berkeliaran disana

tempat mereka makan, ini nih jualan jajanan

istirohat... yuhuuuu~
Teman teman S2C mulai foto – foto dan mencari informasi di tempat ini, tapi pada saat mereka difoto, banyak yang menutup muka,  bahkan lari menjauh. Kenapa? Pada saat ingin di wawancarai juga, mereka malu, mereka tidak mau memberi komentar sedikit pun. Kenapa? Mereka malu teman. Padahal pekerjaan mereka tidak memalukan kok, halal kok, tapi kenapa malu? Karena kehidupan ini yang membuat mereka malu, orang orang yang membuat mereka malu. Yah orang orang yang telah mengucilkan mereka dan menganggap mereka sebelah mata.

Secara tidak langsung mereka tidak mau bekerja seperti ini, tapi apalah daya cuma sampah sampah ini tempat mereka mencari sesuap nasi, cuman ini lahan yang dapat mereka garap untuk menghidupi anak anak mereka. Cuman ini teman... 

Walaupun dengan senyum yang terpaksa dan tundukan malu yang menyiksa mereka tetap menerima kami di tempat mereka, yah ini lah mereka, bapak ibu yang tetap manusia, yang mencari sesuap nasi ditempat seperti ini.  

Yah pekerjaan mereka yang sungguh sangat tidak layak, tapi tetap sangat bermanfaat bagi orang banyak, yep kita harus mensyukuri keberadaan mereka disekitar kita, kita harus mensyukuri nya dengan cara yang paling mudah. Yaitu menganggap mereka itu juga manusia yang setara dengan kita..

Dari perjalanan ke tempat pembuangan akhir ini banyak pelajaran yang dapata dia ambil, jadi tolong simpulkan sendiri ya teman.... 

Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, oke bye! See ya on the next post guys :) 
  
salam S2C ~ ( @hanisembiring)

oh iya, ini ada beberapa foto yang di take di Tempat pembuangan Akhir, ini  nih hasil kerja anak anak POTSAL (potret sosial) salah satu cabang di S2C..
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar